Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

mengenangmu dengan rapih

aku masih seperti kemarin  memilih tetap sama namun dalam hening  tidak apa, dirimu tidak perlu tau diriku yang tengah terhujam sendu katamu aku layaknya matahari yang menerangi duniamu  kala itu, aku hanya menanggapi dengan tersenyum haru tapi perlu engkau tahu aku telah lama menetapkanmu menjadi langit biruku sejak saat itu aku memustuskan untuk senantiasa menjadi sang suryamu  namun, akhirnya kau memilih bersahabat dengan awan hitam dan menutupi diriku MENGAPA!? duniamu atau duniaku terlihat begitu mendung tapi sama halnya dengan matahari yang tertutup awan ia masih bisa mengasihi sinarnya untuk semesta begitu juga aku walau sudah tak terpandang senja berlalu menjemput gelap namun tentang langit biru, masih akan terus meluap entah aku yang terlalu bodoh terlalu memaksa atau terlalu percaya diri mataku terpejam pun aku masih berharap dapat kembali menggapai sosok langit biru esok hari lagi Ini bukan sekedar rindu tapi tentang rasa yang ingin aku tuntaskan gulana me...